Kata gARis’ers tentang Pemimpin

Beberapa hari lalu, tim syiar yang keren-keren, mencoba mencari beberapa orang korban *hehe* untuk ditanyai pendapatnya tentang pemimpin yang islami. Hmm, penasaran kan apa kata mereka? Yuk, kita simak paparan dari mereka… [ket: g = gARis]

1. Lanang (L)
Lanang
g : Penting ga sih, milih pemimpin dalam pemilu? kenapa?
L : Karena gw ga mau dipimpin sama orang yang ga baik secara keseluruhan, terutama yang banyak salahnya.
g : Menurut kamu, Islam memandang pemimpin tuh seperti bagaimana?
L : Bisa jadi panutan, dia tau cara mengambil keputusan, namun tidak perlu punya skill tertentu karena nanti ada tim yang membantunya (mungkin maksud Lanang, bahwa seorang pemimpin tidak harus bisa segalanya, karena nanti para anggotanya akan saling melengkapi dan membantu sehingga tercipta superteam, tidak hanya superman!)
g : Karakter pemimpin yang ideal seperti apa?
L : Sama seperti pemimpin menurut Islam.
g : Kalau untuk IMA G?
L : Bisa jadi panutan, harus punya kekuatan agar bisa mengajak anggotanya untuk mengikuti jalurmya, harus bisa ‘ngomong’. Karena di arsitektur, harus bisa bikin acara yang punya manfaat untuk anggotanya.
g : Kalau KM ITB?
L : Bisa jadi panutan dulu, kalau ga bisa jadi panutan berarti ga punya karisma. Harus bisa nyatuin himpunan, dengan catatan harus tau tujuan nyatuin himpunan dan harus cari alasan (landasan) kenapa harus ngilangin arogansi himpunan.
g : Sosok pemimpin ideal?
L : Nabi Muhammad saw.

2. Aris Adhi (A)
Ka Bontang
g : Penting ga sih, milih pemimpin dalam pemilu? kenapa?
A : Penting. Karena penting (lho? =D). Karena itulah bentuk dari sistem demokrasi, semua orang boleh memilih, berpendapat, dan bersuara. Lalu, kita juga bertanggung jawab atas keberjalanan kepemimpinannya, bentuk tanggung jawabnya kita dengan menghormati dan menghargainya.
g : Menurut kamu, Islam memandang pemimpin tuh seperti bagaimana?
A : Adil, bisa membagi, bijak, harus bisa membangun orang dibelakangnya/yang dipimpinnya.
g : Karakter pemimpin yang ideal seperti apa?
A : Yang bisa menghargai yang dipimpinnya dengan segala perbedaan yang ada, berani menentukan keputusan apabila dalam keadaan mendesak.
g : Kalau untuk IMA G?
A : Bisa membagi focus permasalahan antara himpunan dengan dirinya, bisa membuat massa IMA G menghargai pemimpinnya.
g : Kalau KM ITB?
A : Optimis, berhasil membuat setiap lembaga merasakan satu KM ITB.
g : Sosok pemimpin ideal?
L : Bapak kandung saya.

3. Nadia (N) dan Dara (D)
Teh Nadia dan Teh Dara
g : Penting ga sih, milih pemimpin dalam pemilu? kenapa?
N,D : Penting. Karena pemimpin itu yang mewakili kita dan nantinya menjadi pemegang keputusan pertama. Kalo kita ga milih, siapa yang bakal ngewakilin kita? Kita mesti percaya sama mereka yang kita pilih.
g : Menurut kamu, Islam memandang pemimpin tuh seperti bagaimana?
N : Menjadi role model yang baik untuk diikuti. Usahakan laki-laki jika masih ada laki-laki, karena kalo perempuan lebih emosional dan labil.
D : Yang seperti Nabi Muhammad.
g : Karakter pemimpin yang ideal seperti apa?
N : Ganteng, bisa ngambil keputusan secara tepat dan cepat.
D : Bijaksana, tidak berat sebelah, objektif.
g : Kalau untuk IMA G?
N : Jadi solusi tiap masalah. Pas hearing, swasta sering bilang ‘ah, itu masalah klasik’ padahal (tiba-tiba langsung nerima telepon, kemudian dilanjutkan kak Dara)
D : Padahal itu kan masalah yang bisa diselesaikan oleh kita dan yang ngasih contoh itu kita (swasta)
N : Tambahan, mendorong BPA kerja maksimal, kerjasama yang hanya dengan teman main saja harus dipecahkan! Harus belajar dari yang dulu dan lebih bisa memandang lebih jauh dari anggotanya.
g : Kalau KM ITB?
N, D : bisa lebih dikenal, bisa merangkul himpunan. KM itu eksklusif.
g : Sosok pemimpin ideal?
D : Belum ada kalo individu, kalo kepemimpinan secara tim ada.
N : Soekarno. Karena beliau bisa orasi yang membakar semangat, bisa mencakup semua, dan bervisi ke depan. Padahal waktu itu lagi krisis tapi mencetuskan politik mercusuar.


About this entry