Urgensi Memilih dengan Cerdas

Pemilu RI makin mendekat, menjadi golongan putih telah diharamkan oleh MUI, namun, sudahkah kita menentukan pilihan? Ketika tidak ada pilihan lain selain memilih, masa kita asal saja? Semurah itukah suara kita? Yuk, memilih dengan cerdas! Artikel di bawah ini, semoga bisa membantu…

Posisi Pemimpin dalam Islam

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا (٥٩)
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An Nisaa: 59)

1. Ketaatan kepada pemimpin berada setelah ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya.
2. Ketaatan kepada pemimpin merupakan suatu keharusan selama pemimpin tersebut taat kepada Allah dan Rasul-Nya.
3. Ketaatan kepada pemimpin harus didasari oleh Al Qur’an dan As Sunnah.

Kriteria Pemimpin dalam Islam

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ (١٨)
hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, emnunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan Termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At Taubah: 18)

1. Beriman kepada Allah → adanya keyakinan pada diri sendiri dan adanya keyakinan akan pertolongan Allah.
2. Beriman kepada hari kemudian → visioner, bervisi sangat jauh ke depan bahkan kepada kehidupan setelah kehidupan.
3. Mendirikan shalat → memiliki jiwa yang bersih (tidak korupsi, curang, dll), emosi yang matang.
4. Menunaikan zakat → peduli, berbagi dengan sesama, tidak egois, perhatian kepada stafnya, empati.
5. Tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah → berani mengambil resiko (dengan perencanaan yang matang) sehingga dituntut untuk profesional dalam memimpin

Urgensi Memilih Pemimpin yang Baik
1. Merupakan perintah dari Nabi saw. Diriwayatkan Hisyam bin Urwah dari Abi Shalih dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Akan memerintah setelahku sebuah pemerintahan. Pemimpin yang baik akan memerintah dengan baik dan pemimpin yang jahat akan memerintah dengan kejahatannya. Maka dengarkanlah dan patuhilah yang benar.”
2. Apabila kita memilih pemimpin yang dzalim, kita bisa terkena dosa juga karena telah memfasilitasi orang tersebut untuk berbuat dzalim → lebih aware dalam memilih pemimpin.

Niatkan dari sekarang lalu berusahalah untuk menjadi pemimpin yang ideal!


About this entry