Kuliah Hadits 1

Assalamu’alaykum wr wb

Pekan lalu (tanggal 15-21 Maret 2009), LDSAPPK MuSA mengikuti kuliah hadits dua kali:
yang pertama kuliah hadits riyadhush shalihin pada hari kamis 19 Maret 2009 jam 12.30 di Ruang Utama Masjid Salman ITB
yang kedua kuliah hadits arba’in hari sabtu 21 Maret 2009 jam 16.00 di Koridor Timur – Koridor Utara Masjid Salman ITB
Ini dia laporannya:

1. Kuliah Hadits Riyadhush Shalihin oleh Ust Hervi

Presensi:
PH

Poin-poin penjelasan:
1. Allah telah menulis kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan. (Sesuatu yang Allah ciptakan pertama kali adalah qolam/pena. Lalu pena itu diperintahkan untuk menuliskan semua yang akan terjadi)
2. Seseorang yang berniat untuk berbuat kebaikan tapi tidak dikerjakan, Allah memberikan pahala yang sempurna. Tapi kalo dikerjakan, dilipatgandakan menjadi 10 hingga 700 kali lipat. (Niat adalah suatu perbuatan: amalan qolbi/perbuatan hati!)
3. Seseorang yang berniat mengerjakan kejahatan tapi tidak dikerjakan, Allah tulis baginya kebaikan yang sempurna. Tapi kalo dikerjakan, hanya ditulis 1 keburukan. (Allah memberi otoritas kepada kita, mau milih kebaikan atau keburukan. Tapi setiap itu ada konsekuensinya)
4. Tanda-tanda orang yang berbuat maksiat: malas ibadah, tidak merasakan lezatnya beribadah, sudah tidak harmonis hubungannya dengan Allah, tidak mendapatkan rizki yang barokah, hatinya keras, dikutuk *?* oleh makhluk Allah)
5. Bukti cinta Allah kepada kita: melipatkgandakan amal yang kecil dengan pahala yang besar sekali.
6. dll. (buanyak banget deh. pokoknya nyesel ga dateng. hehe =D)

catatan: Allah tau mana yang bener2 niat dan berazzam, mana yang ngasal niatnya.

2. Kuliah Hadits Arba’in oleh Ust Udin

Presensi:
PH (AR)
Bintang (AR)
Rizki (AR)
Faris (PL)
Alpian (PL)

Poin-poin penjelasan:
1. Kita wajib berperang dengan umat manusia (perang di sini tidak hanya dengan senjata saja, tetapi juga dengan media, dll) hingga dia mengucapkan syahadatain (harus kedua-duanya, tidak boleh salah satu saja), mengerjakan shalat, dan menunaikan zakat.
2. Orang yang telah melakukan itu semua berarti haram dirinya, jiwanya, d^r^hnya *cencored*, kehormatannya, dan hartanya. (karena dia telah menjaga keempat hal tersebut, dan kita wajib menjaganya)
3. Pengecualian dengan alasan yang benar dalam Islam (misal: perjanjian damai antara umat muslim dengan nonmuslim. Rasul juga mencontohkan)
4. Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan.

Ada tanggapan?
Allahu’alam wassalamu’alaykum wr wb


About this entry